Menelusuri Mitigasi Tsunami dari Hulu ke Hilir: PKL Mahasiswa Ilmu Kelautan Undip di PVMBG Bandung

Semarang – Ketertarikan terhadap mitigasi bencana pesisir dan laut menjadi landasan utama bagi Nafisa Widya Pratama, mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, dalam menentukan lokasi Praktik Kerja Lapangan (PKL). Rasa ingin tahu mengenai proses analisis tsunami secara ilmiah mendorongnya memilih Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. PKL berlangsung pada 12 Januari hingga 13 Februari 2026 di Bandung dengan penempatan pada Kelompok Kerja Gempa Bumi dan Tsunami.

Gambar 1. Pelaksanaan Simulasi Tsunami Menggunakan Model Numerik JAGURS

Selama kegiatan berlangsung, Nafis mengikuti rangkaian proses analisis kebencanaan yang terstruktur. Kegiatan diawali dengan pengenalan institusi serta pemahaman alur kerja mitigasi bencana geologi di tingkat nasional. Tahapan selanjutnya mencakup pengolahan data geospasial menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis, penentuan parameter sumber gempa, serta penyusunan domain pemodelan bertingkat (nested domain). Fokus kajian diarahkan pada wilayah pesisir Cilacap yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap tsunami akibat kedekatannya dengan zona subduksi aktif selatan Jawa.

Gambar 2. Kunjungan Ilmiah ke Museum Geologi

Simulasi tsunami dilakukan menggunakan perangkat lunak JAGURS dengan skenario gempa bermagnitudo Mw 8,7. Proses komputasi menghasilkan informasi berupa estimasi tinggi gelombang, waktu tiba tsunami, serta distribusi area terdampak di wilayah pesisir. Hasil tersebut memberikan gambaran spasial mengenai potensi risiko yang dapat digunakan sebagai dasar penguatan strategi mitigasi bencana pesisir.

Gambar 3. Kegiatan Morning Coffee Analisis Morfotektonik untuk Studi Tektonik Aktif

Selain kegiatan teknis, Nafis turut mengikuti forum diskusi ilmiah rutin seperti morning coffee dan rapat mingguan yang menjadi bagian dari dinamika kerja tim peneliti. Kegiatan ini memperkaya pemahaman terhadap perkembangan isu kebencanaan geologi serta metode analisis yang digunakan. Pengalaman pembelajaran juga diperluas melalui workshop perangkat lunak dan kunjungan ke Museum Geologi Bandung.

Gambar 4. Foto Bersama Dosen Pembimbing Lapangan pada Akhir Kegiatan PKL

Gambar 5. Foto Bersama Rekan Intern Setelah Penyelesaian Kegiatan PKL

Melalui PKL ini, Nafis memperoleh pengalaman akademik yang terintegrasi dengan praktik profesional dalam bidang mitigasi bencana. Kegiatan tersebut mempertegas kontribusi ilmu kelautan dalam memahami dinamika tsunami serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah pesisir Indonesia.