MBKM di TAKA Foundation: Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Demak

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kembali menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Lima mahasiswa Ilmu Kelautan berkesempatan mengikuti program MBKM di TAKA Foundation, sebuah lembaga non-governmental organization (NGO) yang berfokus pada konservasi laut serta penguatan sosial ekonomi masyarakat pesisir.

Berawal dari Informasi Media Sosial dan Kakak Tingkat

Retno Dwi Ambarwati, salah satu peserta magang menjelaskan bahwa ketertarikan mereka mengikuti MBKM di TAKA Foundation berawal dari informasi yang diperoleh melalui media sosial serta cerita pengalaman kakak tingkat yang pernah terlibat di TAKA.

“Kami tertarik mengikuti MBKM di instansi NGO seperti TAKA karena lembaga ini berfokus pada konservasi sekaligus sosial ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.

Pilihan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa tidak hanya pada aspek ekologi laut, tetapi juga pada dinamika sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Tim Mahasiswa MBKM

Adapun mahasiswa yang mengikuti program MBKM di TAKA Foundation adalah:

  • Ruri Yulia Miswanti – Ilmu Kelautan
  • Fawwazandra Khaliilah Sundoro Adi – Ilmu Kelautan
  • Retno Dwi Ambarwati – Ilmu Kelautan
  • Diany Alifyarizki Khoirunnisa – Ilmu Kelautan
  • Brianjaya Deska Iryadi – Ilmu Kelautan

Keempat mahasiswa yaitu Ruri, Fawwazandra, Retno dan Diany terlibat aktif dalam berbagai kegiatan lapangan maupun pengelolaan untuk periode MBKM dari Januari hingga Maret 2026, sedangkan Brianjaya sendiri, meski masih kuliah, telah direkrut sebagai salah satu staf TAKA.

Terjun Langsung ke Masyarakat Pesisir Demak

Selama menjalani MBKM, mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan di wilayah pesisir Demak. Mereka melakukan pendataan kondisi ekonomi masyarakat nelayan, berdiskusi dengan para nelayan dan istri nelayan, serta membantu penginputan data program.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mendukung pelaksanaan pelatihan bycatch untuk nelayan serta pelatihan pengolahan produk perikanan bagi istri nelayan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tangkap agar tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang higienis dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Beberapa produk yang dikembangkan antara lain peyek udang, petis, hingga pemanfaatan kulit udang sebagai bahan penyedap rasa. Inovasi ini membuka wawasan bahwa limbah perikanan pun memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik.

Selain kegiatan lapangan, mahasiswa juga berkontribusi dalam pengelolaan media sosial TAKA Foundation melalui pembuatan artikel, konten Instagram, podcast, hingga program Live Instagram “TAKA Bintang Laut” yang mengangkat isu konservasi laut, spesies unik, serta dinamika sosial ekonomi masyarakat pesisir Demak.

Kegiatan Pelatihan Mitigasi Tangkapan Sampingan

Kegiatan Bimbingan Teknis Alat Tangkap TED

Pengalaman Lapangan yang Berkesan

Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi pengalaman paling berkesan. Retno mengungkapkan bahwa masyarakat pesisir yang mereka temui sangat terbuka dalam berbagi cerita dan pengalaman hidup sebagai nelayan.

Kegiatan Survey Baseline Alat Tangkap

Salah satu cerita menarik yang mereka temui adalah adanya kepercayaan adat terkait penyu. Masyarakat meyakini bahwa jika penyu tersangkut di jaring nelayan, maka nelayan tersebut akan mendapat kesialan selama 40 hari. Untuk menghindari bala, biasanya dilakukan bancaan atau selamatan.

Pengalaman ini memperkaya perspektif mahasiswa bahwa pengelolaan sumber daya laut tidak hanya berkaitan dengan aspek ilmiah dan teknis, tetapi juga erat dengan nilai budaya dan kepercayaan lokal.

Dukungan Alumni dan Peluang Magang Terbuka

Program MBKM ini juga mendapat dukungan dari alumni Ilmu Kelautan UNDIP, Steven Sutanto, S.Si., yang saat ini menjabat sebagai Sustainable Fisheries Officer di TAKA Foundation dan memegang proyek perikanan udang di Demak.

Steven saat mewakili TAKA untuk menghadiri salah satu kegiatan terkait Rencana pengeloaan lingkungan laut Jawa Tengah.

Steven menjelaskan bahwa rekrutmen mahasiswa magang di TAKA tidak selalu melalui pengumuman resmi. Mahasiswa dapat mengajukan lamaran magang kapan saja sesuai kebutuhan proyek yang sedang berjalan. Saat ini, banyak proyek TAKA berfokus pada pemberdayaan masyarakat.

Ia juga memberikan saran kepada mahasiswa yang ingin memanfaatkan waktu luang atau libur semester untuk magang agar aktif mencari informasi, termasuk dengan menghubungi langsung akun media sosial TAKA untuk menanyakan peluang keterlibatan dalam proyek.

Harapan untuk Masyarakat Pesisir Demak

Ruri menyampaikan harapannya agar kontribusi yang telah dilakukan mahasiswa selama MBKM dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir Demak. Mereka berharap perekonomian masyarakat semakin membaik dan sektor perikanan tangkap dapat berkembang melalui inovasi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Partisipasi mahasiswa Ilmu Kelautan UNDIP dalam MBKM di TAKA Foundation menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kampus mampu memperkuat kompetensi akademik sekaligus empati sosial. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, NGO, dan masyarakat, semangat konservasi dan pemberdayaan pesisir dapat berjalan beriringan menuju pembangunan kelautan yang berkelanjutan.